KUMPULAN ARTIKEL, TULISAN, BERITA, MAKALAH, DAN OPINI TENTANG PERPAJAKAN

Blog ini berisi kumpulan dari Tulisan, Artikel, Postingan, Makalah, Berita dan sebagainya yang berkaitan dengan Perpajakan. Ada yang saya Tulis sendiri dan ada yang merupakan Tulisan atau Artikel orang lain.

Apapun isi dari Artikel ini adalah merupakan pendapat pribadi dari penulisnya, sehingga dalam hal ada perbedaan pendapat mengenai Perpajakan, maka tulisan dalam blog ini hanya sebatas sebagai salah satau referensi yang mungkin pembaca gunakan.


Ada baiknya jika Pembaca memberikan saran dan Masukan untuk kesempurnaan Blog ini


EYILZONE











JAKARTA--Penerimaan Perpajakan pada tahun ini diperkirakan akan meleset dari target. Begitupun juga target lifting minyak yang menjadi salah satu kontributor pemasukan negara diprediksi tidak tercapai.

Melesetnya target setoran dari pajak dan minyak itu membuat realisasi pendapatan negara secara keseluruhan dperkirakan tidak akan tercapai dari asumsi APBN-P 2009 yang sebesar Rp 871 triliun. ’’Perkiraan kami, realisasi pendapatan hanya tercapai 96 persen dari target,’’ ujarnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR Selasa malam (10/11).

Menurut Sri Mulyani, melesetnya target setoran pajak tidak terlepas dari imbas perlambatan pertumbuhan ekonomi serta penurunan ekspor dan impor. Beberapa sektor usaha, terutama yang berorientasi ekspor memang turun tajam. Hal ini berdampak kepada setoran pajak yang ikut berkurang.

Berdasarkan data Departemen Keuangan, perkiraan realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir tahun diperkirakan hanya akan mencapai Rp 623 triliun, atau 95,6 persen dari target yang dipatok dalam APBN-P 2009 yang sebesar Rp 652,0 triliun.

Dari angka tersebut, setoran pajak yang dikumpulkan oleh Ditjen Pajak diperkirakan hanya sebesar Rp 549,9 triliun, atau 95,2 persen dari target APBN-P 2009 yang dipatok Rp 577,4 triliun.

Sementara penerimaan dari Ditjen Bea dan Cukai diperkirakan hanya sedikit meleset dari target. Perkiraan Depkeu menyebut angka Rp 73,2 triliun, atau 98,2 persen dari target APBN-P 2009 yang sebesar Rp 74,6 triliun. ’’Kinerja Bea Cukai ini patut diapresiasi karena saat ekonomi masih lemah, target setoran masih relatif aman,’’ terang Sri Mulyani.

Realisasi PNBP diperkirakan juga hanya akan mencapai Rp 214,3 triliun, atau 98 persen dari target APBN-P 2009 yang sebesar Rp 218 triliun. Hingga akhir Oktober, realisasi PNBP baru sebesar Rp 147,2 triliun atau 67,5 persen dari target.

Untuk pos lain juga bakal meleset dari target adalah produksi minyak atau lifting. Menurut Sri Mulyani, hingga jelang akhir tahun, realisasi lifting minyak diperkirakan hanya akan mencapai 955.000 barel per hari (bph) atau di bawah target APBN-P 2009 yang sebesar 960.000 bph. Hingga Oktober, realisasi lifting baru mencapai 946.000 bph. ’’Tidak tercapainya target lifting minyak membuat perkiraan target PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) juga di bawah target,’’ ujarnya.

Meski pendapatan diperkirakan meleset, bukan berarti beban defisit akan bertambah. Defisit diperkirakan akan lebih kecil dari sebelumnya yang kini Rp 129,8 triliun pada APBN P 2009 menjadi Rp 116 Triliun. Berkurangnya beban defisit karena belanja negara juga tidak sesuai dengan target. Pada APBN P ditetapkan Rp 1000,8 triliun namun untuk realisasinya diprediksi hanya mencapai Rp 995,2 triliun.


Republika, 12 Nopember 2009

0 komentar:

Lastcomen

Recent Comments Widget

Adsense